Buronan Pedofilia Diekstradisi Besok ke Australia

source : http://news.okezone.com/

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Mabes Polri akan mengekstradisi pelaku pedofilia yang ditangkap di Cimanggis Depok, Jawa Barat, pada 26 Februari 2008 lalu, ke Australia.

Rencananya, Charles Alfred Barnett akan diekstradisi Jumat 13 Februari 2009 sekira pukul 15.00 WIB. Kasubdit Ekonomi Perbankan Dit Interpol NCB Indonesia, AKBP Dadang Sutrasno mengatakan, pelaku pedofilia ini akan diterbangkan dengan pesawat Qantas melalui Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten.

“Dia akan diberangkatkan dari Polda Metro Jaya menuju bandara Soekarno-Hatta besok sekira pukul 15.00 WIB,” ujarnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2009).

Dadang menjelaskan, Charles Barnett merupakan pelaku pedofilia sekira tahun 1980-an. Setelah melakukan kejahatan, dia meninggalkan Australia dan diketahui ada di Indonesia.

Dadang menyebutkan, pada 2007 pemerintah Australia meminta Indonesia untuk mengekstradisi Charles Barnett. Sejak itu, NCB Interpol dan Interpol Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan.

“Akhirnya diketahui, pelaku pedofilia ini berada di Cimanggis Depok,” terang Dadang.

Ditambahkannya, 26 Februari 2008, Charles Barnett ditangkap oleh Ditreskrim Polda Metro Jaya. Dia ditahan untuk menjalankan sidang ekstradisi. “Setelah beberapa kali sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hakim menetapkan Barnett dapat diekstradisi sesuai dengan UU Ekstradisi Indonesia Nomor 1 Tahun 1979,” jelas Dadang.

Hasil sidang ekstradisi terhadap Charles Barnett diserahkan ke Presiden dengan disertai pertimbangan Kapolri dan Jaksa Agung. “Saat ini Keputusan Presiden tersebut sudah turun,” kata Dadang.

Sekadar Informasi, penangkapan terhadap pelaku merupakan informasi yang diterima pemerintah Indonesia dari pemerintah Australia melalui Kedubes Australia yang ada di Indonesia pada 9 Mei 2007. Australia meminta pelaku pedofilia itu diekstradisi ke negara asalnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan cabulnya itu.

Pelaku melakukan tindakan tidak senonohnya di Australia sejak tahun 1977 hingga 1994. Total anak di bawah umur yang menjadi korbannya berjumlah enam orang. Pelaku akan dikenakan kasus penyerangan tidak senonoh pelanggaran Bab 56 dan kasus hubungan kelamin yang tidak sah dengan seseorang di atas 12 tahun dan di bawah 17 tahun, yang melanggar Bab 49 ayat 3 UU Pidana 1935 South Australia.

 

Provided by

DR WIDODO JUDARWANTO
FIGHT CHILD SEXUAL ABUSE AND PEDOPHILIA 

Yudhasmara Foundation

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com, 

https://pedophiliasexabuse.wordpress.com/

Copyright © 2009, Fight Child Sexual Abuse and Pedophilia  Network  Information Education Network. All rights reserved 

Provided by

DR WIDODO JUDARWANTO
FIGHT CHILD SEXUAL ABUSE AND PEDOPHILIA

Yudhasmara Foundation

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

https://pedophiliasexabuse.wordpress.com/

Copyright © 2009, Fight Child Sexual Abuse and Pedophilia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: