Buronan Pedofilia Dicokok Polda di Cimanggis

JAKARTA – Warga Negara Australia pelaku pedofilia terhadap enam orang anak di bawah umur dicokok Polda Metro Jaya dari rumah kontrakannya di Cimanggis, Depok. Pelaku Melarikan diri dari Australia ke Indonesia dan menyamar sebagai guru bahasa Inggris.

“Pelaku ditangkap tadi malam pukul 22.30 di rumahnya, tanpa perlawanan,” ujar Kasat IV Renakta Ajudan Komisaris Besar Polisi Ahmad Rifai, di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (26/2/2008).

Pelaku yang bernama Charles Alfred Barnett (67) ditangkap bersama dua orang pembantunya di Jalan Leuwinanggung RT 04/RW 01 Nomor 38 Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kedua pembantunya, menurut Rifai akan dijadikan saksi.

Menurut Rifai, penangkapan ini dilakukan oleh Sat IV Unit IV Renakta PMJ yang berjumlah lima orang bekerjasama dengan National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia yang berjumlah enam orang.

Penangkapan terhadap pelaku merupakan informasi yang diterima dari pemerintah Australia melalui Kedubes Australia pada 9 Mei 2007. Australia meminta pelaku diekstradisi ke negara asalnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan cabulnya itu.

“Pelaku akan diestradisi ke negara asalnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Rifai.

Selain itu, Polda Metro akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan akan dilakukan proses penahanan untuk diekstradisi serta melimpahkan berkas perkaranya kepada Jaksa Penuntut Umum.

“Selama ini pelaku bersembunyi di Indonesia, pelaku berprofesi sebagai guru bahasa Inggris. Kami juga akan terus melakukan penyelidikan di tempat tinggal tersangka atau tempat lainnya, selama dia tinggal di Indonesia,” ujar Rifai.

Pelaku melakukan tindakan tidak senonohnya di Australia sejak tahun 1977 hingga 1994. Total anak di bawah umur yang menjadi korbannya berjumlah enam orang. Pelaku akan dikenakan kasus penyerangan tidak senonoh pelanggaran Bab 56 dan kasus hubungan kelamin yang tidak sah dengan seseorang di atas 12 tahun dan di bawah 17 tahun, yang melanggar Bab 49 ayat 3 UU Pidana 1935 South Australia.

 

Provided by
FIGHT CHILD SEXUAL ABUSE AND PEDOPHILIA

Yudhasmara Foundation

Address : JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

Phone : 62(021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com, 

https://pedophiliasexabuse.wordpress.com/

 

Foundation and Editor in Chief

Dr Widodo Judarwanto

 

Copyright © 2009, Fight Child Sexual Abuse and Pedophilia  Network  Information Education Network. All rights reserved.

Advertisements

Wajah Pelaku Pedofilia Disamarkan, Eh Ketahuan Juga

source : detikinet 

London – Benar-benar nekat kelakuan pria pedofilia yang satu ini. Seolah mengejek polisi yang kelabakan menangkapnya, pria pedofilia ini sengaja memajang foto-foto dirinya yang telah disamarkan mulanya. Tujuannya tak lain hanyalah untuk menunjukkan bahwa dia adalah pedofilia sejati. Polisi yang geram dengan kelakukan pria ini terus berusaha mengembangkan penyidikan. Penyidikan dimulai ketika foto pertama pria pedofilia tersebut ditemukan oleh polisi Jerman di tahun 2004. Sebuah link yang mengarah ke hotel Vietnam menampilkan gambar sisi tempat tidur. Namun, ketika polisi melacak daftar tamu hotel, hasilnya nihil. Bahkan pihak kepolisian secara detail meneliti wallpaper dan pola kain di ruangan tersebut. Foto lainnya menunjukkan lokasi alam terbuka Kamboja Selama ini foto wajah pelaku aksi bejat tersebut kerap disamarkan olehnya sendiri dengan pola semacam “pusaran angin”. Tetapi dengan kerja sama antara tim ahli komputer agen kepolisian Jerman dengan tim polisi urusan perdagangan manusia, akhirnya wajah jelas dari pelaku tersebut bisa dimunculkan. Pria tersebut berambut gelap, dengan kisaran usia 35-40 tahun, dan diduga merupakan warga Eropa. Lantas foto tersebut dipajang di situs kepolisian http://www.interpol.int untuk menarik perhatian masyarakat agar bersedia melapor ke kepolisian jika mengetahui informasi tentang pria itu. Dalam situs tersebut, pihak kepolisian memasang kurang lebih 200 foto yang menampilkan kekerasan terhadap 12 bocah laki-laki, yang diyakini terjadi di Vietnam dan Kamboja, sekitar tahun 2002 dan 2003. “Kami telah mencoba berbagai macam cara untuk mengidentifikasi dan menegakkan kebenaran, tapi semuanya omong kosong jika masyarakat tidak ikut terlibat, dan pria pedofilia itu akan terus berkeliaran,” ujar Ronald Noble, Sekretaris Umum kepolisian, demikian dikutip detikINET dari Washington Post.

 

Provided by

DR WIDODO JUDARWANTO
FIGHT CHILD SEXUAL ABUSE AND PEDOPHILIA 

Yudhasmara Foundation

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com, 

https://pedophiliasexabuse.wordpress.com/

Copyright © 2009, Fight Child Sexual Abuse and Pedophilia  Network  Information Education Network. All rights reserved 

Provided by

DR WIDODO JUDARWANTO
FIGHT CHILD SEXUAL ABUSE AND PEDOPHILIA

Yudhasmara Foundation

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

https://pedophiliasexabuse.wordpress.com/

Copyright © 2009, Fight Child Sexual Abuse and Pedophilia  Network  Information Education Network. All rights reserved